
Anda dihargai sebagai seorang pria bukanlah karena kemampuan anda menghamili perempuan
Karena orang bodoh pun bisa melakukannya.
Kemampuan itu tidak lantas membuat anda menjadi seorang ayah.
Keberanian untuk membesarkan anaklah yang membuat anda menjadi seorang ayah.
Masukan ini dipos pada Mei 25, 2009 9:58 am dan disimpan pada 1, artikel, berita, caleg, calek, dinasti politik, esai, esai foto, foto, golput, hari kartini, ibu, iklan politik, islam, jihad, keberanian, kemiskinan, mui, news, nurani, opini, pemilu, perempuan, perempuan perkasa, perenungan, pks, politik, prosa, puisi, puisi cinta, sastra . Anda dapat mengikuti semua aliran respons RSS 2.0 dari masukan ini
Anda dapat memberikan tanggapan, atau trackback dari situs anda.
Mei 25, 2009 pada 10:49 pm
Salam kenal !!, dari kota kecil Bondowoso Jawa Timur
Mei 26, 2009 pada 2:20 am
Salam dari Jogja
Bukan cuma pria! Sebelum kita dihargai orang lain, kita mesti menghargai orang lain! Kita menghargai orang lain mestinya bukan karena status sosialnya! bukan karena sukunya! bukan karena suku bangsanya! bukan karena agamanya! tapi karena manusianya!
Mei 26, 2009 pada 3:02 am
salam dari Semarang
aku tak ingin hanya sekedar bisa membesarkan anak
namun bisa membekali mereka dengan kehebatan-kehebatan seorang pribadi manusia agar mereka bisa bertumbuh & berkembang mencapai kepenuhan hidup mereka
untuk itu aku harus menjadi orang yang sama sekali lain dari diriku ini didepan mereka
karena aku cuma serigala liar yang cuma bisa melolong & menggonggong saja
Juni 11, 2009 pada 5:50 am
lebih lengkapnya…
membesarkan seorang anak agar menjadi manusia sejati…
Juli 2, 2009 pada 1:50 pm
Hmmmmm sebuah kalimat yang sangat cerdaz, singkat padat namun dalam banget.
Oktober 10, 2009 pada 6:14 pm
Wah perkataan Pak Eko Hari, benar-benar perkataan orang yang sangat bijaksana. Semoga kita semua bisa melaksanakannya dalam hidup sehari-hari.