PKS (pun) berbudi

PKS partai yang jujur tidak suka korupsi, Partai dakwa (kata iklan kampanyenya di TV)
PKS singkatan dari Partai keadilan sejahtera yang membuat petingginya takut beroposisi mungkin takut tidak sehjatera (maaf ini dugaan, semogah salah)
Menolak paham neoliberalisme karena mendewa-dewakan mekanisme pasar sebagai pengatur perekonomian Negara.( dan tidak sesuai dengan ajaran islam)
Ingin berkoalisi jika presiden dan wakilnya presentatif, nasionalis and agamis, ( itu kata presidenya, bukan kata saya)
Mencalonkan 10 kadernya untuk di pilih sby menjadi wakilnya, alasannya logis pemenang ke -4, bhooo
Tapi sayang seribu sayang “itu hanya mimpi” (maaf mengutip lagunya Projek Pop )
Menurut pengamat politik dari UI, Pks terkesan menjual diri ( pelacur kali jual diri, tidak laku-laku akhirnya banting harga)
Menurut tetangga saya yang sangat mengidolakan PKS dan relah antri di TPS demi mencontreng partai idolanya, menyarankan ………. Para petinggi pks banyak- banyak membaca ayat kursi, agar tidak ada kesan berjuang karena lapar mohon di kasih kursi menteri –puntak apalah kalau tidak dapat kursi wapres, dari pada tidak dapat apa-apa.
Kata limbad, fakir magician “terima kasih” ( terima kasih telah di tipu dengan gertak sambalnya presiden pks yang katanya anti neoliberal)
Dan sekarang para petinggi partainya tidak bisa tidur nyenyak, lagi berpikir bagaimana menenangkan massa akar rumputnya.
Ini betul-betul zaman edan kata permadi sang mistikus politik
Mei 16, 2009 pada 7:37 pm
Tapi kadang kadang mba !
Mei 18, 2009 pada 3:45 am
terus terang saya tadi selintas baca judulnya PSK, karena kamu biasanya berbicara tentang perempuan. Harapannya sih ada serpihan mutiara yang kudapat dari hidup PSK. Pilihan hidup yang jujur & tidak munafik dimana aku sadari aku akan memberi anakku makan batu kalau tidak mau ikut dalam sistem yang korup ini
kumpul sama kerbau ya pasti ikut terkena lumpurnya wong hidupnya di kubangan lumpur
http://tomyarjunanto.wordpress.com/2009/05/15/sastra-binabar/
Mei 18, 2009 pada 4:16 am
Politik memang selalu begitu, ada hitung-hitungannya. Tapi sayangnya hitung-hitungan yang njlimet itu buat kepentingan/keuntungan parpol/politikusnya dulu. Kalau belakangan ada keuntungan/sedikit keuntungan buat rakyat, ìtu semacam luberan air: wadahnya harus penuh lebih dahulu!
Mei 18, 2009 pada 8:06 am
Dalam Tribun Jabar, gertak PKS itu juga untuk meminta posisi mendiknas menjadi jatah PKS. Kita lihat saja, siapa kelak yang jadi mendiknas.
Mei 18, 2009 pada 9:02 am
Wakh! Wakh! Wakh! Kalau sudah main jatah-jatahan kedudukan, negeri ini semakin amburadul tentunya!
Katanya anti inilah! Anti itulah! Tapi ujung-ujungnya ngemis ini, ngemis itu!
Mei 19, 2009 pada 3:42 am
saya masih tetap pro PKS karena keputusannya masih dalam koridor musyarokah dan siyasah.
dimana Rasulullah Saw juga melakukan siyasah, “tawar menawar” kekuasaan atau posisi setelah memiliki kekuasaan atau posisi. Sebagaimana halnya perjanjian Hudaibiyah, ketika itu Islam dan Nabi Muhammad Saw sendiri sebagai penguasa di Madinah. Tawar menawar kekuasaan atau posisi tanpa memiliki kekuasaan, wilayah hukum dan pemerintahan akan termakan strategi lawan. Wallahualam
^^^^^^ $$$$$$$$ ^^^^^^^^^^
dari puang cahaya dewa
saya setuju dengan pendapat anda, tapi presiden pks,kentara sekali memburuh kursi kalau tidak percaya baca pernyataan-pernyataannya di media dan tv, apakah tawar menawar cara presiden pks ada hadisnya dan di contohkan para sahabat,
saya anjurkan anda memberi nasehat kepada beliau (petinggi PKS) untuk banyak-banyak membaca ayat kursi, agar tidak terkesan gimana gitu
Mei 19, 2009 pada 6:14 am
kita lihat saja nanti susunan kabinetnya seperti apa
Mei 19, 2009 pada 6:48 am
pusing euy….
saya cuma berharap para poltikus2 itu bukan cuma mau rebutan atau dapet jatah kue yang bernama indonesia in aja…..tapi bener2 mau berbuat untuk rakyat, bangsa dan negara…
Mei 19, 2009 pada 9:58 am
yup, setuju dengan seluruh pendapat yang ada. tapi mungkin inilah proses yang harus dilewati Indonesia agar lebih baik, atau kian hancur? yah, semoga saja kian baik.
salam,
http://mishbahulmunir.wordpress.com/
Mei 20, 2009 pada 11:19 am
parodi lucu
hahahha
Mei 22, 2009 pada 12:01 pm
NOTONOGORO..
Soekarno…
Soeharto
Yudoyono..
Goro-goro….
Weton tanggal lahir SBY 09 – 09 – 1949 –> malapetakan (kata permadi…)
PKS….. mungkin akan bergabung dengan demokrat pada pemilu 2014… setelah JK-WIN… berhasil mengalahkan SBY-Boediono pada tahun 2009…
JK – WIN = JK – Menang…
Mei 22, 2009 pada 1:24 pm
post kan tulisan di http://www.lintasberita.com agar semakin banyak yang dapat menikmati tulisan yang mantap ini.
tulisan ini sudah dipost
http://www.lintasberita.com/Politik/PKSpun_Berbudi
******* ^^^^^^*******
dari puang cahaya dewa
trims’ atas di postnya blogku di http://www.lintasberita.com/Politik/PKSpun_Berbudi
mari berjuang melawan kapitas/neo liberal
Juli 26, 2009 pada 3:13 am
ayat-ayat quran dibarter sama menteri