Arsip untuk Mei, 2009

wahai kaum pria

Posted in 1, artikel, berita, caleg, calek, dinasti politik, esai, esai foto, foto, golput, hari kartini, ibu, iklan politik, islam, jihad, keberanian, kemiskinan, mui, news, nurani, opini, pemilu, perempuan, perempuan perkasa, perenungan, pks, politik, prosa, puisi, puisi cinta, sastra on Mei 25, 2009 by herny

1 wahai kaum pria

Anda dihargai sebagai seorang pria bukanlah karena kemampuan anda menghamili perempuan

Karena orang bodoh pun bisa melakukannya.

Kemampuan itu tidak lantas membuat anda menjadi seorang ayah.

Keberanian untuk membesarkan anaklah yang membuat anda menjadi seorang ayah.

PKS (pun) berbudi

Posted in 1, artikel, berita, caleg, calek, esai, esai foto, foto, iklan politik, islam, jihad, news, nurani, opini, pemilu, perenungan, pks, politik on Mei 16, 2009 by herny

PKS (pun) berbudi

PKS partai yang jujur tidak suka korupsi, Partai dakwa (kata iklan kampanyenya di TV)

PKS singkatan dari Partai keadilan sejahtera yang membuat petingginya takut beroposisi mungkin takut tidak sehjatera (maaf ini dugaan, semogah salah)

Menolak paham neoliberalisme karena mendewa-dewakan mekanisme pasar sebagai pengatur perekonomian Negara.( dan tidak sesuai dengan ajaran islam)

Ingin berkoalisi jika presiden dan wakilnya presentatif, nasionalis and agamis, ( itu kata presidenya, bukan kata saya)

Mencalonkan 10 kadernya untuk di pilih sby menjadi wakilnya, alasannya logis pemenang ke -4, bhooo

Tapi sayang seribu sayang “itu hanya mimpi” (maaf mengutip lagunya Projek Pop )

Menurut pengamat politik dari UI, Pks terkesan menjual diri ( pelacur kali jual diri, tidak laku-laku akhirnya banting harga)

Menurut tetangga saya yang sangat mengidolakan PKS dan relah antri di TPS demi mencontreng partai idolanya, menyarankan ………. Para petinggi pks banyak- banyak membaca ayat kursi, agar tidak ada kesan berjuang karena lapar mohon di kasih kursi menteri –puntak apalah kalau tidak dapat kursi wapres, dari pada tidak dapat apa-apa.

Kata limbad, fakir magician “terima kasih” ( terima kasih telah di tipu dengan gertak sambalnya presiden pks yang katanya anti neoliberal)

Dan sekarang para petinggi partainya tidak bisa tidur nyenyak, lagi berpikir bagaimana menenangkan massa akar rumputnya.

Ini betul-betul zaman edan kata permadi sang mistikus politik