
Hari kartinimu bukan hari kartiniku
Masih layakkah kita memperingati hari kartini
kalau masih ada perempuan Indonesia
mencari nafkah dengan cara seperti ini,
Walaupun halal
Masukan ini dipos pada April 21, 2009 7:34 am dan disimpan pada 1, artikel, berita, caleg, calek, dinasti politik, esai, esai foto, foto, golput, hari kartini, ibu, iklan politik, islam, jihad, keberanian, kemiskinan, mui, news, nurani, opini, pemilu, perempuan, perenungan, politik, prosa, puisi, puisi cinta, sastra . Anda dapat mengikuti semua aliran respons RSS 2.0 dari masukan ini
Anda dapat memberikan tanggapan, atau trackback dari situs anda.
April 21, 2009 pada 8:41 am
sip, menarik sekali foto jurnalistiknya puang. sisi humanisnya dapet banget. momen sangat boleh sekali. mungkin angle bisa dicari yg dari sisi lain yg lebih tepat ya. background gedung disebrang jalan atau apalah gitu. hehe… semoga bermanfaat. salam kenal: http://mishbahulmunir.wordpress.com/
April 21, 2009 pada 9:25 am
Terlepas dari masih layak dan sudah tidak layak, inilah yang terjadi di negeri ini Bunda. Kaum perempuan yang duduk di kursi Dewan aja hanya memperjuangkan kelangsungan hidupnya dan keluarganya sendiri gimana perempuan seperti foto diatas tidak bertambang banyak?!
Memang sulit hidup di negeri penuh bandit ini.
Salam dari Jogja
Salam juga buat ananda Puang Cahaya Dewa Bakka Mattaliu
April 21, 2009 pada 10:53 am
sulit untuk mengomentari foto di atas, karena aku tak tahu pasti apakah mereka benar-benar dalam kesulitan yang kelewat batas atau nggak mau bersusah-susah (cari gampangnya saja) untuk mencari nafkah.
April 21, 2009 pada 6:02 pm
Lantas???
April 22, 2009 pada 11:36 am
ur pic speaks thousand words !!
April 22, 2009 pada 4:48 pm
Mereka adl kartini-kartini Indonesia yg pemberani dan tangguh karena berjuang untuk kelangsungan hidup mereka dan keluarga.
Puang, aku suka foto2mu…
Mei 5, 2009 pada 4:45 am
Memperingati Hari Kartini berarti mengingatkan kembali rakyat Indonesia bahwa masih banyak perempuan seperti dalam foto itu yang harus terus diperjuangkan nasibnya.