Hari kartinimu bukan hari kartiniku

Hari kartinimu bukan hari kartiniku

Hari kartinimu bukan hari kartiniku


Masih layakkah kita memperingati hari kartini
kalau masih ada perempuan Indonesia
mencari nafkah dengan cara seperti ini,
Walaupun halal

7 Tanggapan ke “Hari kartinimu bukan hari kartiniku”

  1. sip, menarik sekali foto jurnalistiknya puang. sisi humanisnya dapet banget. momen sangat boleh sekali. mungkin angle bisa dicari yg dari sisi lain yg lebih tepat ya. background gedung disebrang jalan atau apalah gitu. hehe… semoga bermanfaat. salam kenal: http://mishbahulmunir.wordpress.com/

  2. Terlepas dari masih layak dan sudah tidak layak, inilah yang terjadi di negeri ini Bunda. Kaum perempuan yang duduk di kursi Dewan aja hanya memperjuangkan kelangsungan hidupnya dan keluarganya sendiri gimana perempuan seperti foto diatas tidak bertambang banyak?!

    Memang sulit hidup di negeri penuh bandit ini.

    Salam dari Jogja
    Salam juga buat ananda Puang Cahaya Dewa Bakka Mattaliu

  3. sulit untuk mengomentari foto di atas, karena aku tak tahu pasti apakah mereka benar-benar dalam kesulitan yang kelewat batas atau nggak mau bersusah-susah (cari gampangnya saja) untuk mencari nafkah.

  4. ur pic speaks thousand words !!

  5. Mereka adl kartini-kartini Indonesia yg pemberani dan tangguh karena berjuang untuk kelangsungan hidup mereka dan keluarga.
    Puang, aku suka foto2mu…

  6. Memperingati Hari Kartini berarti mengingatkan kembali rakyat Indonesia bahwa masih banyak perempuan seperti dalam foto itu yang harus terus diperjuangkan nasibnya.

Tinggalkan Balasan