Doa politik kaum jelata

bandung, jl. riau

bandung, jl. riau


Tuhan
Orang-orang tak lagi percaya keadilan
di negeri ini karena tiap hari di suguhi kerak nasi

Tuhan
tiap tahun kami membayar pajak tapi orang miskin, anak terlantar, dan pelacuran makin
subur di negeri ini.

Tuhan
Betapa naifnya hidup di negeri ini, kami rakyat kecil diajak berhebat, tidak korupsi, jujur, mencintai negeri ini dengan segenap jiwa dan raga, mencintai produk dalam negeri seperti pesan “penghibur rakyat” di iklan politiknya di TV.

Tapi, mereka tertidur seperti bayi, ada yang sibuk ber sms, menelpon diasaat rapat memperjuangkan hak-hak kami sebagai rakyat di parlemen dan lebih kejam lagi mereka menghambur-hamburkan pajak yang kami bayar, mereka pergunakan ke panti pijit dengan alasan merilekskan pikiran, main perempuan (mungkin karena istrinya sudah tua dan sibuk arisan), dan bermain judi.

Tuhan
Ada juga yang nekat jadi calo/broker misalnya calo politik, calo proyek, calo bencana, calo pemekaran wilayah seperti berita di Koran, apa gaji mereka tidak cukup sampai mereka begitu kejam melakukan hal tersebut. Padahal di negeri ini banyak sarjana menganggur dan relah bekerja apa saja karena susah dapat pekerjaan.

Tuhan
Penguasa di negeri kami memang tidak semua suka berbuat keji dan hina, tapi kami tidak punya kuasa untuk menandai wajah mereka, mana yang baik dan buruk

Tuhan
Kalau Engkau tidak memberi kami petunjuk untuk membedahkan mana pemimpin yang hanya pandai menjual kecap dan mana yang tulus, jangan salahkan kami, kalau
terpaksa kami menantang fatwa MUI untuk golput…..

14 Tanggapan ke “Doa politik kaum jelata”

  1. kenyataan ini untuk dientaskan
    tidak dipolitiki dengan janji tanpa bukti
    ada bukti, tapi nanti jelang pemilu di depannya lagi
    biar kepilih lagi biar bisa nipu lagi nanti
    di pemilu depannya lagi

    begini?
    kah?

  2. Terima “janji” atau “gizi” akhirnya sama saja. Ya mending terima…

  3. Jadi ingat lagu yang sering dinyanyikan waktu kecil dulu: Aku makan propaganda, dengan lauk janji-janji … (Lagu “Aku Anak Indonesia” — Yayak Kencrit)

  4. Politik adalah jabaran dari “membunuh atau di bunuh”! Kalau kemudian para politisi kita herhati keji, itu adalah imbas dari jabaran tersebut. Demi mengembalikan hutang-hutang, demi membeli lagi mobil yang telah dijual dan rumah yang digadaikan untuk modal kampanye mereka tega melakukan kekejian itu.
    Rumah Sakit Jiwa tahun ini menyiapkan lebih banyak tempat dan dana untuk menampung Caleg2 yang tidak berhasil mengembalikan hutang-hutangnya (ya uang ya janji) dan tak lagi memiliki mobil serta wajah di kampungnya.
    Semoga kita tidak termasuk salah satu penguni Rumah Sakit Jiwa itu.

    Salam dari Jogja
    Salam ‘tuk ananda Puang Cahaya Dewa Bakka Mattaliu

  5. saya GOLPUT,salahkah saya?
    hahaha……

    salam dari Sidoarjo

  6. assalamu alaikum wr. wb.

    Permisi, saya mau numpang posting (^_^)

    http://ulamasunnah.wordpress.com/2008/06/03/menggugat-demokrasi-daftar-isi/
    http://hizbut-tahrir.or.id/2009/03/17/demokrasi-bukan-jalan-perubahan-hakiki/

    Sudah saatnya kita ganti sistem,
    untuk masa depan umat yang lebih baik!
    semoga link di atas bisa menjadi salah satu rujukan…

    Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.
    Mohon maaf kalau ada perkataan yang kurang berkenan. (-_-)

    wassalamu alaikum wr. wb.

  7. Masih bingung milih apa ne….

  8. ooocoyy Berkata

    Memilih ya memilih … semoga ada petunjuk di hati

  9. saya tak suka politik tapi saya kagum dengan apa yang anda tulis,,jujur saya kagum dengan tamplian blog anda…saya ingin belajar..saya mohon..http://assalamuaalaikumworld.blogspot.com

  10. apa kata hati aja deh…
    jangan memaksa diri kalo nurani berkata lain…

  11. Tuhan ..
    Berilah kami pemimpin yang ingat bagaimana rasanya menjadi rakyat biasa..
    Agar mereka bisa berempati dan tak lupa, bahwa menjadi miskin dan tak punya daya itu …

  12. waktu jadi caleg: saya janji deh……..bla…bla….bla……
    udah jadi wakil rakyat : ga janji deh….

    rakyat : CAPE DEHHHH……

    salam kenal…..btw, mbak ini orang bugis atau makassar ? nama anaknya berbau-bau bangsawan bugis makassar gitu….

  13. Malam itu aku bermimpi tentang seorang lelaki
    putra bumi kesayangan negeri
    dia datang disaat fajar
    berjalan didalam badai meniti gelombang

    “Aku telah datang dengan membawa bara di dada
    dan seperti yang kuinginkan api itu telah membesar dan terus menjalar”

    bangkit berdiri anak-anak negeri
    menghimpitku di tengah-tengah mereka
    berseru gegap gempita
    canangkan tekad bajakan semangat

    tiba-tiba dari seluruh penjuru datanglah
    laskar petaka mengumbar murka
    tercerai berai.. terserak kami semua

    berdirilah dia dihadapan para dursila
    setegar karang setenang samudra
    menantang maut serahkan hidupnya

    …dalam kegeraman
    …dalam kemurkaan
    mereka menyesahnya
    putra bumi kesayangan negeri
    direnggut dari tengah-tengah kami
    kini telah pergi dia yang kami kasihi

    lalu kulihat seorang badut
    wajahnya dipulas dipatut-patut
    seringai serigala namun terlihat selalu tertawa
    “Aku telah datang membawa kesenangan dan kegembiraan
    hidup hanya sekedar permainan mari jadikan sebagai panggung hiburan”

    Gegap gempita seluruh negeri
    badut diangkat didudukkan kursi
    “jadilah pemimpin kami
    terima hormat daulat kami”

    hancur hatiku melihat itu
    dengan menangis aku berlalu
    bangsaku oh bangsaku
    mengapa kalian begitu dungu?

    http://tomyarjunanto.wordpress.com/2007/11/23/mimpiku/

Tinggalkan Balasan