di negeri para badut

maaf ini bukan foto para caleg atau orang-orang yang ingin membangun di nasti politik
Para penyembah kekuasaan tanpa rasa malu mempertontonkan kebodohannya di hadapan rakyat dengan iklan politiknya.
Dan rakyat jelata yang menganut ediologi “ hasal perut kenyang” mau saja di bodohi oleh janji-janji politik kaum penyembah kekuasan tanpa ada perasaan di bodohi dari tahun-ketahun dan hanya bisa beronani dalam pikiran menunggu sang ratu adil.
“betapa gobloknya hidup di negeri para badut”
Januari 24, 2009 pada 7:36 am
prihatin kang…!!!
kumaha bandung? atos mulai haredang nya diditu teh?
Januari 24, 2009 pada 7:38 am
Muhun Teh…, kita yang memang diberi pencerahan untuk melihat persoalan politik dengan lebih jernih sudah semestinya juga mencoba melakukan pencerahan kepada rakyat agar mereka tidak dibodohi terus menerus oleh elit politik yang haus kekuasaan. Nuhun…
Tabik…
Januari 24, 2009 pada 8:30 am
kita jadi penontonnya atau pemainnya?
Januari 24, 2009 pada 10:00 am
berteriak diluar gelanggang, memberikan semangat pada tim yang tidak jelas apa yang diperjuangkan, dilematis dari kondisi yang sangat parah. apatis, frustasi…………..
pilihannya
“lebih baik tidak menjadi apa-apa daripada kenapa-napa ”
atau
“lebih baik kenapa-napa daripada tidak menjadi apa-apa”
Aku ini ngomong apa yah…. (muka bingung….
)
Januari 24, 2009 pada 12:07 pm
“Betapa goblognya hidup dinegeri para badut”
Lalu enaknya hidup dimana, mbak? Ya biarlah hidup di negeri para badut, asal nggak ikutan tertawa. Bisa besar kepala mereka. Dan lagi, kalau tak banyak yang ikutan tertawa karena akrobatiknya, mereka akan turung panggung dengan sendirinya!
Januari 25, 2009 pada 3:44 am
Mampir lagi..
*celingak-celinguk liat ada orangnya ga ya…*
Postingan keren lagi..
Hmm, bukankah memang begitu mbak, sebelum dapet kan selalu janji-janji.. Kalo udah dapet ya, ngaciiiirrr aja kali…
*inget waktu pacaran..* doooohhhh apa hubungannya ama pacaran ya?
Keep posting ya.. Lam sayang buat ananda..
*******************************************
dunia sunyi
salam dari bandung
I am too, I like you keep posting me in your blog, and your blog, saya taut di blogger. semoga Tuhan Yang Maha perkasa, memberi kita kekuatan membagi pengetahuan kepada orang-orang yang di kalahkan dan di lemahkan oleh orang yang memiliki kekuasan dan harta yang melimpah untuk menindas, walau hanya dengan secuil kata, dan semoga bisa menjadi bekal menuju ke negeri Tuhan dimana tidak ada lagi keluh kesah yang selalu menghantui di setiap langkah ……………….
Januari 27, 2009 pada 12:32 am
mau tahu pusatnya para badut? Konon, kata orang bijak, pusatnya ada di kawasan Senayan…!!! Ngumpet ahh….
Januari 27, 2009 pada 2:48 am
Salam dari Jogja
Di negeri para badut ini memang banyak orang “pintar”. Tapi hanya sedikit yang “cerdas”.
PINTAR = Kepintarannya digunakan untuk membodohi yang bisa dibodohi.
CERDAS = Kepintaran + RASA(Memiliki Perasaan). Orang yang cerdas sebelum melakukan apa saja yang berhubungan dengan orang lain akan selalu mempertimbangkan aspek kepentingan orang lain juga. Ora mung ngukur wudele dhewe.
Salam juga buat ananda tercinta Puang Cahaya
Januari 27, 2009 pada 9:00 am
Tahu ngak para badut yang lagi trainning sistem transportasi masal di sini bukannya kusyuk belajar malah shopping en cari striptis. Aku tawarkan Zo yang mau maen… eh ndak mau! Walah…walah…Zo khan gratis… tapi mereka maunya ngrogoh kantong sendiri eh…teman…eh…rakyat…
Januari 27, 2009 pada 9:20 pm
tapi aku ga badut untungya.hahahaha
Januari 29, 2009 pada 9:03 am
yang penting aku manusia tulen
Februari 4, 2009 pada 4:42 am
badut ya
lawak dong
Februari 19, 2009 pada 6:43 am
hidup di negeri badut tidak goblok
lha saya tidak bisa memilih mau dilahirkan dimana 
tetap memaknai & berbagi, biar para badut terus beraksi kita penonton melu keplok tapi tidak tombok
September 10, 2009 pada 4:59 am
Jadi penonton setia aja deh…