aku

saya hanya berprofesi sebagai ibu rumah tangga

anak perempuanku, puang cahaya dewa bakka mattaliu, yang berhati singa bermata elang kalau kelak engkau berenjak dewasa jadilah wartawan perang, itu obsesi bundamu, jangan tanya kenapa

anak perempuanku, puang cahaya dewa bakka mattaliu, yang berhati singa bermata elang
Herny yuli pagorai, kesehariannya cuma diisi, fotografer, membaca buku, menulis, dengar musik sambil ngopi dan memanjakan anak semata wayang
Kepada anak perempuanku
Anakku, kalau engkau beranjak dewasa janganlah engkau menjadi perempuan pesolek, yang hanya memikirkan isi perut dan cuma pandai memperbincangkan berapa harga yang melekat di tubuh. Dan hindarilah orang-orang yang hanya memperjuangkan isi perutnya, orang-orang yang pesimis menjalani hidup dan para penjilat, hindarilah mereka seperti engkau menghindari penyakit menular.
Kalau engkau dewasa kelak banyak melihat orang-orang yang di tindas dan di miskinkan atas nama pembangunan. Dan engkau mau membelahnya, berjuanglah atas nama ediologi agar mereka mau mengikut di belakangmu, bertindak dan perpikirlah seperti kaum militan agar engkau tidak di lemahkan dan di kalahkan.
Anak semata wayangku, maafkan bundamu yang tidak bisa mewariskan harta melimpah, hanya bisa menceritakan pikiran-pikiran Tan Malaka, keberanian Che Guevara melawan kaum imperiealis, keberaniaan Sultan Salahuddin mengusir bangsa eropa yang ingin menguasai yerusallem atas nama agama, menumbuhkan keberanian di dindingĀ jiwamu dengan memutarkan film orang-orang pemberani yang relah menjadi martir demi sebuah ediologi.
Bandung april 2008, dinihari, gerimis turun menyapa bumi, sayup-sayup terdengar orang mengaji, melemahkan kesombongan dunia.