Betapa sialnya hidup miskin di negeri ini

img_1891

Betapa menyedihkan, mereka yang hidup dalam kubangan kemiskinan selalu dijadikan barang dagangan dalam setiap ritual politik pemilu

12 Tanggapan ke “Betapa sialnya hidup miskin di negeri ini”

  1. Kalau dihargai tinggi si mendingan , bu. Namun kalau dihargai cuma setara “sekedar janji” atau sekedar keping recehan…celaka 12, dah!

  2. thejackpiano Berkata

    yupz emang bener juga, masih mendingan kalau dihargai dengan sekedar recehan sekarang liat kemiskinan hanya sebagai bahan perdagagan kepada mereka yang ingin maju menjadi wakil rakyat mengatakan dan menjanjikan
    pendidikan murah beras murah alah capek dah dengernya!

    yupzx inget2 aja deh
    berkata itu mudah namun untuk menjalani itu butuh waktu

  3. Kehidupan jaman sekarang memang keras, selalu mengorbankan anak-anak dan orang yang ga punya. Segala janji-janji diobral untuk mendapatkan simpati, tapi akhirnya tinggal janji semu…
    wallahu alam…

  4. Untuk itu………..kita harus merobah diri kita dari sebagai “Pemilih Tradisonal” menjadi “Pemilih Rasional”. Tuntuk para Caleg dan Calon Presiden untuk membuat janji-janjinya berbentuk proposal agar nantinya jika mereka tidak menajalankan sesuai Proposal atau terlampau jauh meleset dari proposal, kita dapat menuntutnya dengan bukti-bukti itu.

    Mudah-mudahan

  5. perlu pendidikan politik mas….

  6. mustinya yang nyleg jadi anggota dewan bisa memperhatikan mereka bukan nyari dukungan…buat jadi ngabisin duit negara

  7. nasib orang kecil…
    cuma diingat sama pembesar-pembesar itu beberapa bulan aja. setelah kepilih ya lupa lagi. mungkin sebenarnya kemiskinan bisa diberantas dengan cepat, tapi para petinggi-petinggi itu yang nggak berusaha untuk menghapusnya karena memang agar bisa dimanfaatkan buat bahan kampanye…

    ah…mungkin saya terlalu berburuk sangka…

  8. Ya begini di Indonesia. Sementara pejabat menghamburhamburkan uang rakyat masih miskin.

  9. kebobrokannya system telah terbentuk secara masiv dan struktural selama 32 tahun pemerintahan orde baru, perlu usaha yang keras untuk mempreteli satu persatu kekuatan yang menopangnya…
    Dwi fungsi TNI sudah …
    Birokrasi sedang dalam proses….
    lembaga peradilan… belum tersentuh….

    mari bersama-sama mempartisipasi untuk negeri ini… perhatikan setiap kebijaksanaan dan perundang-undangan…
    contohnya undang-undang 1945 hasil amandemen pasal 28 I yang isinya kurang lebih
    “………….dan hak untuk tidak dituntut atas dasar hukum yang berlaku surut adalah hak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apapun”
    pasal ini menyebabkan seluruh korupsi yang terjadi dimasa lalu tidak dapat dituntut dengan undang-undang yang baru dibuat dimasa kini.

    masih banyak peraturan-peraturan perundang-undang yang dibuat oleh baik MPR atau lembaga legislasi DPR yang merupakan menciptakan pengamanan kepentingan sekelompok orang dan “jebakan Batman” bagi bangsa secara keseluruhan.

    marilah berusaha lebih cermat…, saling sharing dan diskusi…

  10. Hidup ini indah jika punya pilihan, duduk yang paling enak adalah disudut namun paling sakit ketika kita tersudut dan kemiskinan bukanlah sebuah pilihan. ngaak Nyambung ya Mbak….

  11. Halo, hola Bandung, kota yang belum pernah kuinjak, mungkin Juli 09 besok ku kesana tuk tour ma anak-anak nih. Niceblog mbak.
    Jangan tanya kenapa? Kasihan tuh sikecil, kasih dong penjelasan. :D :D :D

  12. Ssst… hati-hati aja komengnya, ini ibu RT yang nyamar jadi wartawan lho, eh kubalik yah. :D

Tinggalkan Balasan